Ketika Apple Mencemooh 600 Juta Pengguna PC Jadul

Acara press conference Apple yang diadakan Selasa (22/16) berjalan seperti biasanya. Beberapa produk baru diperkenalkan, beberapa video promosi, dan pidato mengenai ambisi mereka untuk mengubah dunia lewat produk-produknya. Namun, di antara semua hal “standar” yang terjadi saat itu, ada satu momen menarik.

Di awal presentasi iPad terbaru, Phil Schiller menyebutkan bahwa banyak pengguna iPad yang beralih dari PC. “Ini statistik yang mengejutkan,” ucapnya sembari menatap serius para hadirin, sebelum ia mengungkapkan bahwa ada lebih dari 600 juta PC “jadul” yang usianya lebih dari 5 tahun.

“Fakta yang menyedihkan,” sambungnya.

Para hadirin tertawa.

“Memang benar,” katanya, ia mencoba melanjutkan presentasinya sebelum disambut oleh gelak tawa dan tepuk tangan para hadirin yang semakin membahana di seisi ruangan. “Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh mereka (pengguna PC jadul) jika menggunakan iPad Pro,” pungkasnya.

Jika kamu ingin menonton sendiri di Website Apple Event, momen tersebut dimulai pada menit 47 detik 17.

 

Apple Laughter

Bagi sebagian besar orang, apa yang dikatakan Phil terdengar seperti komentar “tak berdosa” mengenai pasar yang ingin Apple jangkau. Namun, semakin saya merenungkannya, semakin saya merasa bahwa saya tersinggung oleh komentarnya yang begitu dangkal dan bodoh tersebut.

 

Mari kita bahas bersama.

Hanya ada dua alasan utama mengapa para pengguna PC “jadul” tidak mengganti komputer mereka yang sudah berusia lima tahun lebih dengan yang lebih baik:

1. Mereka belum punya uang untuk upgrade PC mereka.

2. Mereka tak memerlukan upgrade.

 

Kategori Pertama

Bagi mereka yang termasuk kategori pertama, iPad Pro jelas bukan jalan keluar. Model paling murah dengan spesifikasi paling rendah dihargai mulai dari US$600 (sekitar Rp7,8 juta). Ada banyak PC yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan kisaran harga tersebut.

Bahkan, meski kamu berminat membeli tablet, kamu bisa pertimbangkan Surface 3 dari Microsoft. Meski tampilan layarnya tak sebaik iPad Pro, namun kapasitas penyimpanannya dua kali lipat lebih lega, harganya pun US$100 (sekitar Rp1,3 juta) lebih murah.

Jika kamu memang tidak mampu untuk upgrade PC dengan laptop murah yang baru atau tablet Surface, sudah barang tentu kamu juga tak akan mampu membeli iPad Pro. Maka, jika kamu adalah satu dari sekian banyak orang yang mungkin sedang menggunakan PC jadul karena belum mampu upgrade saat ini, komentar Phil mungkin telah membuat kamu mengelus dada.

Tak mampu upgrade PC? Kasihan sekali! Apple seakan menertawakan nasib kamu, namun tidak menawarkan solusi yang konkret dengan menghadirkan produk-produk terjangkau.

 

Apple Store China Shenzhen

Kategori Kedua

Mungkin Phil merujuk para pengguna PC model lama yang merasa belum perlu untuk mengganti PC mereka, namun punya uang untuk membeli yang baru.

Dari cara Phil berkomentar, terkesan seperti Apple tidak menghargai keberadaan perangkat yang masih berfungsi—bukannya rusak, setelah bertahun-tahun digunakan.

Saya bukannya tidak bersikap netral di sini, sebab saya masuk ke dalam kategori kedua. Saya juga pengguna PC dan Laptop.

Kenapa saya belum menggantinya dengan yang baru? Sebab saya merasa belum perlu, PC dan Laptop saya masih dapat digunakan dengan baik.

Saya juga punya PC desktop yang kini berusia enam tahun. Saya juga belum menggantinya dengan yang lebih baik. Kenapa? Karena ini PC desktop, saya bisa membongkar dan mengganti komponen-komponen di dalamnya. Saya tidak perlu membeli satu set PC yang baru.

 

Mungkin Apple menganggap bahwa perangkat keras yang mampu bertahan selama lima tahun tahun adalah perangkat yang menyedihkan.

 

Dengan kata lain, saya membeli perangkat keras yang mampu memenuhi kebutuhan saya selama bertahun-tahun. Saya membeli perangkat keras yang dapat dengan mudah dibongkar pasang dan ditingkatkan kemampuannya, sehingga dapat beradaptasi seiring dengan kemajuan teknologi, dengan cara yang tidak bisa dilakukan produk buatan Apple.

Saya ingin bertanya pada Phil, apanya yang “menyedihkan” dari hal tersebut? Apanya yang lucu?

Sungguh, apa yang sebenarnya ingin Apple katakan? Apakah memang lucu dan menggelikan jika ada perangkat keras yang mampu bertahan dan berfungsi dengan baik selama lima tahun lebih?

Ataukah memang lucu dan menyedihkan jika ada sebagian orang yang tahu kalau Apple merilis produk baru yang katanya “revolusioner” tiap tahun, namun mereka tetap tidak tertarik membelinya.

Mungkin Apple menganggap bahwa perangkat keras yang mampu bertahan selama lima tahun adalah benda yang “menyedihkan” dan menggelikan. Namun sebagai konsumen, saya jelas tidak sependapat.

 

IPad Pro

Beri Kami Alasan Yang Konkret

Saya tahu alasan mengapa komentar Phil dan respons penonton membuat saya begitu terganggu. Karena Apple tidak memberi alasan yang konkret bagi para pengguna PC lama untuk memperbarui perangkatnya ke iPad Pro. Mereka mendikte 600 juta pengguna tersebut sebagai orang yang “menyedihkan,” namun gagal menyajikan alasan yang tepat mengapa iPad Pro dapat memberi pengalaman yang lebih baik, terlepas dari fakta sederhana bahwa ini perangkat yang lebih baru.

Ya, iPad Pro punya stylus yang serba guna. Alat yang sangat cocok bagi seniman, namun sebagian besar orang tidak berprofesi sebagai seniman dan tidak peduli pada kehadiran alat itu.

Ya, iPad Pro dilengkapi layar yang memanjakan mata. Fitur yang sangat cocok bagi seniman, namun sebagian besar orang tidak berprofesi sebagai seniman dan tidak peduli pada kehadiran fitur itu.

Ya, iPad Pro kini dilengkapi Night Shift, yang dapat mengurangi dampak buruk ketika menatap layar iPad di malam hari. Namun, aplikasi f.lux sudah beredar sejak tujuh tahun yang lalu, bahkan gratis, dan menawarkan fungsi yang sama buat pengguna PC serta Mac. Ada banyak aplikasi serupa juga di Android dan Windows.

Jika Apple memang berniat membidik 600 juta pengguna PC lama tersebut, nampaknya mereka telah gagal melakukannya. Sudah lebih dari lima tahun semenjak saya merasa perlu upgrade komputer utama saya, dan presentasi iPad Pro yang saya saksikan beberapa hari yang lalu itu tak mengubah pendirian saya.

Mungkin, Apple hanya ingin mengejek kita. Karena itulah para penonton tertawa dan bahkan bertepuk tangan.

 

Menggunakan mesin yang sama selama lima tahun? Betapa mengenaskan! Syukurlah kita hidup di zaman masyarakat madani, ketika semua orang mengganti gadget mereka setiap dua tahun sekali.

 

Kepada Phil dan Apple, maafkan saya, namun jika itu yang kalian sebut “revolusioner,” saya tidak setuju.

Yusuf Eko Winarto

He likes all about Computer, Networking, and Linux. His ambitions is to be a Network Engineer and System Administrator.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: