Listrik Mendadak Padam, Infrastruktur TI Rugi Besar !

Pemadaman listrik secara mendadak dapat berdampak buruk terhadap infrastruktur teknologi informasi (TI). Efeknya akan terasa, mulai kerusakan perangkat TI hingga terhambatnya operasional bisnis di era modern saat ini.

Padamnya listrik bisa dipastikan akan menimbulkan banyak permasalahan, karena daya listrik merupakan sumber energi utama untuk peralatan elektronik. Perlengkapan TI yang menyedot sumber listrik itu antara lain serverpersonal computer (PC), switch, storage, printer, dan lain-lain.

Otomatis, begitu listrik mendadak padam, segala aktivitas perangkat TI pun terhambat, seperti proses transaksi elektronik yang membutuhkan perangkat PC ataupun server. Maka dari itu, akibat terjadinya listrik padam secara mendadak timbul kerugian yang cukup beragam.

Berikut beberapa faktor kerugian terhadap infrastruktur TI akibat listrik padam secara mendadak :

 

Kerusakan Aset

Padamnya listrik secara mendadak sudah pasti berpengaruh pada kerusakan perangkat TI yang pada akhirnya berujung pada kerugian finansial. Beberapa perangkat, misalnya motherboard, monitor, prosesor hingga perangkat server berpotensi rusak.

Komponen motherboard berfungsi menghubungkan seluruh komponen penyusun pada sebuah komputer. Artinya, komponen ini memiliki tugas untuk menghubungkan bahasa kode antar perangkat keras agar dapat disinergikan menjadi sebuah aktivitas kerja perangkat komputer.

Sementara itu, masalah lain yang juga akan timbul adalah terganggunya kinerja perangkat server. Perangkat ini berfungsi menyimpan informasi, mengelola, dan melayani suatu jaringan komputer. Ketika listrik padam, kinerja server lantas menurun dan ikut padam.

Ya, server memang dituntut standby selama 24 jam nonstop. Karena itulah, server membutuhkan pasokan listrik secara optimal dan terus menerus. Tanpa daya listrik, sistem jaringan di kantor akan mati. Beberapa system, misalnya local area network (LAN) akan langsung tak berfungsi.

Dengan kondisi seperti itu, pengguna pribadi ataupun pemilik perusahaan Anda akan mengeluarkan budget lebih untuk pemeliharaan dan pembelian perangkat baru. Karena itulah, perlu adanya dukungan teknologi penunjang yang dapat meminimalisir resiko bila terjadi permasalahan listrik padam mendadak.

 

Kerugian Bisnis

Kerusakan perangkat keras, selain membuat Anda harus merogoh kocek untuk melakukan penggantian, juga dapat menyebabkan kehilangan data yang tersimpan pada server atau storage, gangguan pada proses transaksi sehingga dapat memberikan kerugian pada sisi bisnis.

Karena itulah, saat listrik padam, pengguna membutuhkan teknologi penunjang agar pasokan listrik tetap tersedia untuk perangkat yang bekerja dengan sumber daya listrik saat menunggu generator cadangan dinyalakan.

 

UPS Sebagai Solusi

Sejauh ini Uninterruptible Power Supply (UPS) merupakan solusi tepat ketika terjadi padam listrik. UPS adalah perangkat yang berfungsi untuk menyediakan daya listrik cadangan dan memperbaiki kualitas listrik bagi infrastruktur TI.

Pada dasarnya UPS merupakan sumber tenaga alternatif sementara yang menggantikan suplai tenaga listrik utama, dalam hal ini sumber listrik PLN. UPS sendiri merupakan suatu sistem yang menyuplai daya dengan dukungan baterai cadangan.

Penggunaan UPS untuk penunjang bisnis yang critical seperti server, storage dan network adalah suatu keharusan mengingat perangkat-perangkat ini tidak boleh kehilangan daya listrik walau sedetik pun. Selain itu, UPS adalah solusi yang tepat untuk mengantisipasi kerusakan akibat tegangan listrik yang tak stabil pada perangkat TI Anda karena adanya perangkat untuk memperbaiki kualitas listrik.

Ada beberapa jenis UPS jenis yang perlu diketahui pengguna, yaitu offline UPS, online UPS atau yang dikenal dengan line-interactive UPS, serta true-online double conversion UPS. Ketiganya memiliki perbedaan fungsi yang mendasar, terutama pada komponen untuk memperbaiki kualitas listrik dan besaran waktu perpindahan dari sumber listrik utama ke sumber listrik UPS, yaitu baterai.

Misalnya, jika terjadi putus aliran listrik dari PLN, maka beban yang akan di-back-up oleh UPS adalah beban yang tergolong kritikal. Dengan begitu, ada baiknya pengguna memakai on-line Double Conversion UPS, sebab waktu perpindahannya terhitung nol detik.

Salah satunya adalah UPS dengan jenis On-line Double Conversion UPS, yaitu Smart UPS milik Schneider Electric seri SURT1000XLI. Jenis Smart UPS ini mendukung tegangan output hingga 700 watt atau 1.0 kilo volt-ampere (kVa).

Jenis UPS ini juga akan memastikan tidak ada putus aliran saat peralihan dari listrik PLN ke UPS. Anda juga tidak perlu khawatir perangkat TI Anda akan kehilangan daya, bahkan untuk sedetik pun.

Jenis UPS ini memang secara otomatis langsung memasok energi cadangan yang dimilikinya. Jangka waktu (running time) pasokan listrik itu  dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan begitu, UPS cukup bermanfaat bagi Anda yang ingin mengamankan ruang server atau hunian berkonsep Small Office Home Office (SOHO) dari terjadinya pemadaman listrik secara mendadak. Bahkan, server penunjang bisnis e-commerce milik Anda pun akan tetap standby 24 jam nonstop.

Jadi, mulai sekarang Anda tak perlu repot menyiasati perangkat TI milik pribadi ataupun penunjang bisnis saat terjadi listrik padam mendadak. Cukup menyediakan UPS sebagai salah satu kebutuhan perangkat TI Anda, semua rencana dan pekerjaan tetap berjalan meskipun listrik padam.

Yusuf Eko Winarto

He likes all about Computer, Networking, and Linux. His ambitions is to be a Network Engineer and System Administrator.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: