Pengertian USB

Dengan adanya USB disetiap unit pada komputer dapat memudahkan seseorang untuk mentransfer data. Sehingga dengan mudah seseorang untuk memindahkan data dari komputer atau laptop ke perangkat lain yang menggunakan port USB seperti flashdisk, printer, keyboard, dan mouse.

 

Pengertian USB

Universal Serial Bus (USB) adalah bus berseri untuk perangkat penghubung, biasanya pada komputer, dan juga digunakan pada peralatan lainnya seperti konsol permainan dan PDA. Sistem USB mempunyai desain yang asimetris, yang terdiri dari pengontrol host dan beberapa peralatan terhubung yang berbentuk pohon dengan menggunakan peralatan hub yang khusus.

Desain USB ditujukan untuk menghilangkan perlunya penambahan expansion card ke ISA komputer atau bus PCI, dan memperbaiki kemampuan plug and play (pasang dan mainkan) dengan memperbolehkan peralatan-peralatan ditukar atau ditambah ke sistem tanpa perlu mereboot komputer. Ketika USB dipasang, ia langsung mengenali sistem komputer dan memproses device driver yang diperlukan untuk menjalankannya.

USB dapat menghubungkan peralatan tambahan komputer seperti mouse, keyboard, pemindai gambar, kamera digital, printer, harddisk, dan komponen tambahan lainnya. USB kini telah menjadi standar bagi peralatan multimedia seperti pemindai gambar dan kamera digital. Versi terbaru (hingga Januari 2005) USB adalah versi 2.0. Perbedaan paling mencolok antara versi baru dan lama adalah memilki kecepatan transfer data yang sudah meningkat. Kecepatan transfer data USB dibagi menjadi tiga, antara lain :

– High speed data dengan frekuensi clock 480.00Mb/s dan toleransi pensinyalan data pada ± 500ppm.

– Full speed data dengan frekuensi clock 12.000Mb/s dan toleransi pensinyalan data pada ± 0.25% atau 2,500ppm.

– Low speed data dengan frekuensi clock 1.50Mb/s dan toleransi pensinyalan data pada ±1.5% atau 15,000ppm.

 

Fungsi USB

Usb card memiliki beberapa fungsi, yaitu :

– Untuk mentransfer data yang lebih cepat.

– Sebagai sebuah connector.

 

Jenis-jenis USB

USB digolongkan dalam dua kategori yaitu berdasarkan Versi dan Jenis (Type), yaitu :

 

Versi USB

Berdasarkan versinya kabel USB memiliki 4 versi, yaitu:

 

1. USB 1.1

USB 1.1

Dirilis sekitar Agustus 1998, ini merupakan versi USB pertama yang mulai banyak digunakan di berbagai perangkat elektronik. Versi originalnya, USB 1.0 tidak pernah digunakan pada perangkat elektronik. Memiliki kecepatan puncak hingga 12Mbps (namun pada banyak kasus hanya mampu bekerja dengan kecepatan 1.2Mbps). Memiliki logo berwarna biru dan simbol berbentuk seperti trisula. Versi ini sudah tidak digunakan lagi.

 

2. USB 2.0

USB 2.0

Dirilis sekitar April 2000, memiliki kecepatan maximum hingga 480Mbps pada Hi-Speed mode, atau 12Mbps pada Full-Speed mode. Supply tegangan maximum (max power output) 2.5V, 1.8A, dan tetap berfungsi baik jika dihubungkan dengan versi sebelumnya (backward compatible with USB 1.1). Memiliki logo berwarna biru dengan tambahan tulisan HI-SPEED di atasnya dengan dasar merah. Simbol seperti trisula dengan tambahan tanda “+” di atasnya. Terkadang hanya berupa trisula saja untuk menunjukkan USB yang digunakan adalah USB 2.0, karena USB 1.1 sudah tidak digunakan lagi.

 

3. USB 3.0

USB 3.0

Dirilis sekitar November 2008, USB 3.0 memiliki kecepatan puncak 5Gbps pada SuperSpeed mode. Dan umumnya konektor dan soket USB 3.0 berwarna biru, sebagai tanda untuk menandakan bahwa konektor atau soket tersebut adalah USB versi 3. Seperti pada gambar berikut:

USB 2.0 dan USB 3.0

Dinamakan juga dengan SuperSpeed USB. Memiliki logo dengan tulisan SUPERSPEED dan simbol agak berbeda dengan versi sebelumnya, berupa tambahan huruf S ganda di pangkal trisula. Supply tegangan maximum (max power output) USB 3.0 ini adalah 5V, 1.8A of power dan kompatibel dengan USB versi 2.0.

 

4. USB 3.1

 

USB 3.1 (500 x 262)

Dirilis 26 Juli 2013 yang memiliki kecepatan dua kali lipat dari USB 3.0 yaitu 10Gbps. Disebut juga dengan istilah USB SuperSpeed+ atau SuperSpeed USB 10 Gbps yang menyamai kecepatan standar Thunderbolt (standar Apple) original. Juga kompatibel dengan USB versi 3.0 dan versi 2.0.

USB 3.1 memiliki tiga profil penghantaran tegangan (Power Delivery) menurut USB Power Delivery Specification, dan memungkinkan perangkat yang lebih besar untuk menyedot tegangan dari penyedia tegangan (host) hingga:

– 2A pada tegangan 5V (untuk konsumsi tegangan maksimal 10W).

– 5A pada tegangan 12V (60W).

– 5A pada tegangan 20V (100W).

Desain logo sama dengan versi 3.0 dengan tambahan  huruf “+” disebelah tulisan SUPERSPEED dan tulisan 10Gbps dibagian bawah. Kabel USB versi 3.1 ini belum dipakai luas dan diharapkan sudah tersedia dipasaran tahun depan dan pastinya akan menggunakan desain USB Type C.

 

Untuk lebih memudahkan, versi-versi USB ini kami rangkum dalam tabel berikut :

 

 

Jenis USB

Berdasarkan jenisnya kabel USB memiliki tiga type, yaitu:

1. USB Type A

2. USB Type B

3. USB Type C

Masing-masing type memiliki 3 varian, yaitu ukuran Standar, Mini dan Micro kecuali Type-C.

 

1. USB Type A

usb type A

Type ini juga dikenal dengan USB Standar A. USB Type A merupakan rancangan asli USB standar yang berbentuk persegi panjang dan rata. Seperti yang kita lihat pada kabel USB umumnya, salah satu ujungnya selalu berbentuk type A ini, yang biasa dicolokkan ke host (induknya) seperti laptop atau PC. Pada laptop atau PC nya terdapat port atau soket untuk USB Type A standar, yang disebut USB A female port atau soket USB Type A.

USB-Type-A-Mini USB-Type-A-Micro

Saat ini kebanyakan perangkat seperti laptop, desktop komputer, game console dan media player memiliki port atau soket USB Type A. Masing-masing versi USB di atas, USB 1.1, USB 2.0 dan USB 3.0, menggunakan desain USB Type A baik itu colokannya maupun soketnya. Sehingga kabel USB Type A, konektor atau colokannya dapat dicolokan ke soket Type A yang ada di komputer walaupun versinya berbeda. Selain ukuran standar, USB Type A juga memiliki ukuran Mini dan Micro. USB Type A Mini dan USB Type A Micro. Namun keduanya tidak dipergunakan lagi.

 

2. USB Type B

Usb Type B

Umumnya, konektor USB Type B berpasangan dengan konektor USB Type A pada sebuah kabel USB. Seperti yang sering kita gunakan pada printer atau scanner. Ujung kabel konektor USB Type B dicolokkan pada printer atau scanner, dan ujung kabel berupa konektor USB Type A dicolokkan pada laptop atau PC. Kabel USB Type B juga memiliki ukuran Standar, Mini dan Micro. Ketiga ukuran USB Type B ini digunakan secara luas saat ini.

USB Type B Standar, di istilahkan dengan Standard B, pertama kali dibuat untuk USB versi 1.1 dan juga digunakan pada USB versi 2.0. Sering digunakan pada perangkat yang cukup besar seperti printer dan scanner yang dihubungkan ke laptop atau PC.

USB Type B Mini, di istilahkan dengan Mini B USB (atau Mini USB saja), ukurannya jauh lebih kecil dari ukuran USB Type B Standar. Perangkat portabel yang lama, seperti digital kamera, smartphone dan hardisk portabel banyak menggunaan USB Type B Mini. Namun perangkat portabel sekarang lebih banyak menggunakan USB Type B Micro.

USB Type B Micro, di isitilahkan Micro B USB (Micro USB), memiliki ukuran yang agak lebih kecil dari USB Type B Mini. Ukuran ini sekarang paling banyak digunakan pada perangkat portabel seperti smartphone dan tablet.

Nama Micro USB dan Mini USB digunakan untuk nama USB Type B Mni atau USB Type B Micro, karena ukuran Mini dan Micro untuk USB Type A tidak dipergunakan lagi.

Desain ketiga ukuran diatas digunakan pada USB versi 2.0. Khusus untuk USB versi 3.0, USB Type B memiliki desain yang agak berbeda dari desain ketiga ukuran di atas, seperti gambar.

 

usb type B 3.0

USB Type B Standar 3.0, disebut dengan Standard B USB 3.0, desainnya hampir sama dengan USB Type B Standar, namun desainnya mampu menghandle kecapatan USB 3.0 Umumnya kedua ujung konektor USB 3.0 dan kabelnya ini berwarna biru muda seperti gambar di atas.

USB Type B Micro 3.0, yang disebut dengan Micro USB 3.0 (atau Micro B USB 3.0). Ini merupakan desain yang digunakan secara luas pada portabel drive. Salah satu ujung konektornya yang memakai USB Type A, berwarna biru muda.

Sebenarnya ada lagi desain USB Type B ini, dinamakan USB 3.0 Powered B. Jenis ini memiliki tambahan 2 pin untuk menghasilkan extra power kepada perangkat yang menggunakannya. Selain itu ada lagi desain soket yang dinamakan dengan Micro Type AB. Jenis ini memungkinkan perangkat yang memiliki soket ini berfungsi sebagai perangkat penyuplai tegangan (host) atau atau perangkat penerima tegangan.

Tidak semua perangkat mengacu pada desain seperti di atas. Desainnya diperuntukkan bagi perangkat tertentu. Contoh yang terkenal adalah iPhone dan iPad. Salah satu ujung kabel USB, desainnya memiliki 30 pin atau dinamakan Lightning Connector. Sedangkan ujung kabel lainnya tetap sama menggunakan USB Type A.

 

3. USB Type C

USB type C

Secara fisik ukuran konektor dan soket USB Type C hampir sama dengan Micro B USB di atas. Ukurannya hanya 8.4 mm x 2,6 mm. Artinya, ukuran ini cukup kecil jika digunakan pada perangkat portabel yang tipis. Kedua sisi soket dan konektor memiliki bentuk dan ukuran yang sama, sehingga walau orientasinya terbalik saat dicolokkan, konektor akan tetap masuk. Desainnya memang untuk memudahkan konsumen sehingga kita tidak perlu khawatir akan salah orientasi saat menancapkan konektor ke perangkat kita.

Desain USB Type C akan mendukung USB versi 3.1 yang memiliki kecepatan puncak 10 Gbps dan mampu menghantar tegangan supply hingga 20V (100W) dan 5A. Bandingkan dengan sebuah Notebook yang membutuhkan power hanya 60 W. Ini berarti ke depannya, mengecas sebuah laptop laptop sama seperti mengecas sebuah smartphone atau tablet, hanya menggunakan sebuah kabel USB. Saat ini pun USB Type C sudah digunakan pada Apple Macbook 12-inch untuk mengecas powernya. Ini merupakan notebook pertama yang menggunakan USB Type C.

Firmansyah Agustyahna

Electrical Engineer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: