Pengertian Power Supply Pada Komputer

Pernahkan kalian berpikir bagaimana sebuah komputer bisa menyala? Tentu kalian pasti mengerti, karena ada listrik. Apakah hanya dengan listrik komputer akan menyala? Tentu tidak, komponen komputer tidak dapat langsung menyala jika hanya mendapat tegangan langsung dari listrik. Maka dari itu, ada sebuah perangkat yang berperan dalam hal tersebut, yaitu power supply.

 

Power Supply Unit

 

Pengertian Power Supply

Power Supply adalah perangkat keras elektronika yang berfungsi sebagai sumber daya listrik bagi perangkat atau komponen lain, perangkat ini menyuplai listrik secara langsung dari sumber tegangan listrik ke perangkat atau komponen lainnya.

Power Supply atau biasa disingkat PSU, berguna sebagai sumber tegangan listrik pada komputer yang tugasnya menyuplai tegangan listrik secara langsung ke perangkat atau komponen elektronika yang membutuhkan tegangan listrik. Misalnya motherboard, harddisk, CD/DVD ROM, fan, dan lain-lain.

Power Supply harus mengubah tegangan Alternating Current (AC) menjadi Direct Current (DC), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC.

 

Fungsi Power Supply

 

Fungsi Power Supply

Fungsi Power Supply pada komputer adalah sebagai perangkat keras yang memberikan atau menyuplai arus listrik yang sebelumnya diubah dari bentuk arus listrik yang berlawanan atau AC, menjadi arus listrik yang searah atau biasa disebut sebagai arus DC. Power supply menyuplai arus listrik DC yang dibutuhkan oleh perangkat keras di dalam komputer. Power supply juga memiliki konektor kabel yang masing-masing konektor kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Selain fungsi tersebut, power supply juga mempunyai fungsi lain, yaitu sebagai penstabil aliran arus tegangan listrik. Sistem proteksi power suply ada 4 :

– Over Voltage Protection (OVP), yaitu melindungi power supply dari tegangan yang berlebihan

– Over Current Protection (OCP), yaitu mencegah kerusakan input dan output arus listrik yang tinggi

– Over Temperature Protection (OTP), yaitu melindungi suhu kerja PSU yang berlebihan

– Short Sircuit Protection (SSP), yaitu memproteksi PSU bila sewaktu-waktu terjadi short sircuit dibagian sekunder

 

Fungsi Power Supply Berdasarkan Beberapa Jenis Konektor :

Power Supply memiliki banyak konektor. Masing-masing dari konektor memiliki fungsi yang berbeda. Walaupun sebagian kabel memiliki tegangan listrik yang sama, tetapi setiap konektor telah dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Ada beberapa tipe konektor dan fungsinya pada komputer, yaitu :

 

  • ATX Power Connector (20 pin + 4 pin)

 

ATX Power Connector

ATX 20/24 pin konektor digunakan untuk menghubungkan power supply unit (PSU) ke motherboard. Versi lama dari ATX motherboard masih menggunakan ATX 20 pin konektor, jika kita menggunakan motherboard yang terbaru sudah membutuhkan ATX 24 pin konektor. Konetktor ini terdiri dari 2 bagian, bagian pertama berjumlah 20 pin dan bagian kedua 4 pin. Jika kita menggunakan motherboard yang baru maka gabungkan antara 20 + 4 pin konektornya.

 

  • AT Power Connector (12 pin)

AT Power Connector

Konektor ini digunakan untuk motherboard kelas Pentium II kebawah. Konektor yang memiliki 12 kabel ini dikelompokkan terpisah menjadi 2 bagian. Bagian pertama disebut Konektor P8 dan bagian kedua disebut P9. Masing-masing konektor memiliki 6 kabel. Untuk menghindari kesalahan dalam pemasangan, kita cukup mempertemukan konektor yang memiliki kabel hitam di tengah-tengah.

 

  • Molex Connector

 

Molex Connector

 

Konektor ini digunakan sumber tenaga bagi harddisk dan CD/DVD ROM. Terkadang sebagian produsen juga membuat fan atau kipas pendingin, lampu-lampu dan aksesoris lainnya menggunakan konektor ini. Konektor ini memiliki 4 kabel yang berbeda warna, yaitu Merah, Hitam dan Kuning. Setiap warna memiliki sumber tegangan yang berbeda-beda pula.

 

  • Berg Connector

 

Berg Connector

 

Merupakan konektor ukuran mini dari Molex. Konektor ini khusus digunakan untuk Floppy Drive atau pun eksternal audio card. Warna yang digunakan sama dengan molex connector, yaitu warna Kuning (+12V), Merah (+5V) dan Hitam (0V atau Ground). Karena penggunaan konektor ini jarang sekali, makanya pada setiap PSU hanya berjumlah 1 atau 2 paling banyak.

 

  • ATX 12V (Intel) 4 Pin Connector

 

ATX 12V (Intel) 4 Pin Connector

Konektor ini kebanyakan dipakai oleh para pengguna yang menggunakan Processor buatan Intel. Fungsi dari konektor ini adalah sebagai penyedia tenaga tambahan sebesar 12 V untuk Pentium 4 CPU. Jadi pada Pentium 4 kebawah, konektor ini tidak perlu digunakan. Sekarang sebagian AMD motherboard juga sudah menggunakan konektor ATX 12V ini.

 

  • Pin PCI-EConnector

 

Pin PCI-E Connector

Konektor yang satu ini memang jarang ditemukan untuk semua PC. Biasanya orang yang menggunakan PSU ini adalah orang yang bekerja di bidang Multimedia khususnya Video. Karena konektor ini hanya digunakan sebagai penambah daya untuk video card yang menggunakan slot PCI Express. Jika kita menggunakan Video Card jenis ini, tentu saja kita harus memiliki PSU yang mendukung untuk konektor ini.

 

  • SATA Power Connector

 

SATA Power Connector

Konektor ini merupakan jenis terbaru yang biasa digunakan untuk power pada Harddisk SATA. Konektor ini disambungkan melalui Molex connector.

 

Fungsi Power Supply Berdasarkan Management Kabelnya :

Power Supply juga dibedakan berdasarkan management pemasangan kabelnya, yaitu power supply non-modular dan power supply modular. Secara populasi, power supply non-modular lebih banyak di jual di pasaran karena memang segmennya untuk kalangan kantong pas-pasan. Yang membedakan adalah management pemasangan kabelnya.

 

  • Power Supply Non-Modular

Power Supply Non Modular

Terlihat kabel dijadikan satu bundle dan keluar dari 1 lubang serta tidak bisa dilepas pasang, jadi jika ada kabel yg tidak digunakan maka kabel itu akan tetap menjuntai, dari segi kerapian memang agak menganggu dan tentunya juga mempengaruhi sirkulasi udara di casing.

 

  • Power Supply Modular

 

Power Supply Modular

Setiap kabel bisa dilepas pasang sesuai kebutuhan. Dengan demikian, managament kabel akan lebih mudah, otomatis kualitas sirkulasi di casing komputer juga akan ikut terbantu. Kekuranganya dari segi harga, pasti lebih mahal dari pada non-modular.

 

Jenis-Jenis Power Supply

Macam Macam Power Supply

Power Supply pada kebanyakan komputer saat ini terbagi menjadi dua jenis. Kedua jenis power supply tersebut adalah Power Supply Advanced Technology (AT) dan Power Supply Advanced Technology Extended (ATX).

 

  • Power Supply Advanced Technology (AT)

Power Supply AT merupakan jenis power supply yang tergolong lawas. Pada masa kejayaannya, power supply jenis ini banyak digunakan oleh komputer Pentium II dan juga Pentium III. Meskipun kini sangat jarang ditemui, namun Power Supply AT sesungguhnya memiliki berbagai kelebihan. Power supply jenis ini memiliki kabel power yang terhubung ke motherboard yang terbagi menjadi dua, yaitu konektor P8 dan P9.

Resiko kesalahan pemasangan dengan menggunakan power supply jenis ini pun sangat sedikit, mengingat untuk pemasangannya dibutuhkan ketelitian tinggi. Kesalahan yang biasa terjadi saat pemasangan power supply adalah terbalik mengingat terdapat dua konektor penghubung. Untuk pemasangan yang benar anda harus memperhatikan kabel power warna hitam pada masing-masing konektor. Pasangkan tepat pada tengah-tegah sambungan untuk menghindari konsleting. Untuk mematikan Power Supply AT, anda harus menekan tombol power secara langsung mengingat power supply jenis ini terhubung secara langsung ke chasing computer.

 

Ciri-Ciri Power Supply AT :

– Tombol on/off bersifat manual

– Ketika Shutdown, untuk mematikan harus menekan tombol power pada CPU

– Kabel daya ke motherboard terdiri atas 2 x 6 pin

– Daya rata-rata di bawah 250Watt

 

  • Power Supply Advanced Technology Extended (ATX)

Power supply jenis ini memiliki tampilan yang lebih simpel dibandingkan power supply sebelumnya. Untuk jenis power supply satu ini kabel konektor dengan motherboard sudah menjadi satu dengan jumlah total 20 pin. Oleh karena itu, Power Supply ATX sering juga disebut dengan ATX 20 pin.

Untuk pemasangannya sendiri, power supply jenis ini tergolong sangat mudah. Hal tersebut mengingat jika terjadi kesalahan dalam pemasangan maka port pada motherboard dengan konektor tidak akan menyatu. Hindari pemaksaan saat pemasangan karena dapat menebabkan kerusakan baik pada port maupun pada konektor. Kelebihan dari Power Supply ATX dibandingkan dengan AT adalah pada tombol powernya.

Untuk ATX 20  pin, sudah dilengkapi dengan auto shutdown yang berfungsi mematikan power supply ketika komputer dimatikan. Sehingga kita tidak perlu susah payah untuk menekan tombol power seperti pada Power Supply AT.

 

Ciri-Ciri Power Supply ATX :

– Ketika shutdown otomatis CPU mati

– Ada konektor tambahan power SATA

– Daya lebih besar untuk memenuhi standar komputasi saat ini

– Efisiensi lebih baik

Yusuf Eko Winarto

He likes all about Computer, Networking, and Linux. His ambitions is to be a Network Engineer and System Administrator.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: