Jenis-Jenis Arus Listrik

Listrik merupakan salah satu komponen penting di dunia. Karena tanpa listrik semua perangkat atau device elektronik mungkin saja akan tidak dapat kita gunakan. Bahkan di zaman sekarang, barang-barang yang berada di sekeliling kita banyak yang sudah menjadi barang elektronik, jadi listrik berperan penting dalam kehidupan kita. Untuk itu kalian terlebih dahulu harus mengetahui jenis-jenis arus listrik yang ada, yaitu :

1. Arus AC

Arus AC kependekan dari Alternating Current yang artinya arus bolak-balik. Arus AC memiliki dua polaritas yang berubah-ubah dari polaritas yang lebih tinggi ke polaritas yang lebih rendah dalam satuan waktu. Berdasarkan penggunaan jumlah phase-nya tegangan AC terdiri dari satu phase yaitu Phase, Neutral, dan Ground.
Cara-Mudah-Menghemat-Listrik-Di-Rumah (711 x 400)
Contoh sumber tegangan AC adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dan lainnya. Dan ini adalah contoh peralatan yang menggunakan sumber arus AC yaitu lampu penerangan, televisi, kulkas, pompa air, bor listrik, komputer, gergaji mesin, kipas angin, printer, amplifier, setrika, dan lain-lain.

Besar tegangan AC yang di berikan PLN adalah 220 – 240 Volt, frekuensi 60 Hz. Dan kita bisa menambahkan kapasitas arus listrik supaya menjadi lebih besar, tetapi harus mendapatkan izin dari PLN, jika tidak mendapatkan izin dari PLN berarti rumah/perusahaan kita mendapatkan listrik secara illegal.

2. Arus DC

Arus DC kependekan dari Direct Current artinya arus searah, yaitu memiliki polaritas yang tetap yakni positif, nol, dan negatif. Tegangan DC tidak memiliki phase dan arus yang mengalir pun selalu dari polaritas yang lebih tinggi ke polaritas yang lebih rendah yakni dari positif ke negatif, dari positif ke nol, atau dari nol ke negatif karena polaritas nol lebih tinggi dari polaritas negatif.
aki
Contoh sumber arus DC yaitu battery (Accu/Accumulator) cair yang mengandung asam H2So4, battery kering, solar cell, dan adaptor. Dan ini contoh peralatan yang menggunakan sumber tegangan DC yaitu handphone, mainan anak, kalkulator, kamera digital, handycam, lampu senter, remote control, jam tangan, dan sebagainya.

Arief Rahman

Electrical Engineer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: